Jumat, 15 Oktober 2010

Pemuda dan Sosialisasi

Generasi Muda yang diyakini sebagai penerus bangsa harus mampu menjadi tolak ukur yang baik untuk memajukan Wilayah (dalam hal ini Bangsa dan Negara). Yang pada kenyataannya Generasi Muda saat ini (dalam skala ukur sebagian kecil Generasi Muda Indonesia mungkin) kurang mampu menjadi pewangi bangsa. mereka cenderung anarhkis dan bertindak Irasional yang justru menorehkan tinta merah yang membuat keadaan cenderung tidak baik, dan membuat terpuruk.

Namun Tidak semua Generasi Muda seperti itu, banyak juga Generasi Muda yang sudah mampu menunjukan bahwa mereka mampu menjinjing Bangsa dan Negara mereka ke posisi yang terbaik. Ini bisa dilihat dalam hal musik, solidaritas, relawan, organisasi kemanusiaan (termasuk para relawan di dalamnya), maupun organisasi lainnya yang bersifat menunjang Bangsa ke arah yang lebih baik. contohnya Karang Taruna yang membantu dalam menumbuhkembagkan tanggung jawab, sarana berpendapat dan pemuaian aspirasi serta pelatihan dalam kepemimpinan.

Begitu juga dengan geng motor (club motor), tidak sedikit dari berbagai club motor yang menuju ke positif diantaranya melakukan aksi kemanusiaan memberi sumbangan dan bantuan serta melatih kreatifitas dan secara tidak langsung wadah ketrampilan yang diambil contoh mereka berusaha memodifikasi motor mereka, menyatukan dan mencari berbagai part yang cocok serta juga melatih mereka menjadi montir.

Berbagai komunitas lomba dalam penulisan yang menjadi wadah posotif yang mulai mengembangkan cara berfikir krtisnya dan gemar menulis buku harian sebagai tempat curhat atas segala pergumulannya.

Studi Kasus

MASALAH SOSIAL DI KALANGAN REMAJA

Peranan orang tua sangat diperlukan untuk mencegah para remaja melakukan hubungan seks pra nikah (di luar nikah). “Peran orang tua itu sangat penting untuk membina dan mengawasi anak-anak mereka yang masih berusia remaja,” kata Sosiolog Prof. Dr. Badarudin, MA di Medan, Minggu (24/05). Sebanyak 52% remaja di Kota Medan mengaku pernah berhubungan seks di luar nikah. Data tersebut berdasarkan hasil penelitian survei DKT Indonesia, PKBI Rakyat Merdeka, Komnas PA dan analisa SKRRI 2002. Selain itu, menurut dia, sebanyak 51% terdapat di Jabotabek, 54% di Surabaya dan juga 47% terdapat di Bandung yang remajanya pernah melakukan hubungan seks pra nikah. Rata-rata usia remaja yang pernah melakukan hubungan seks di luar nikah itu antara 13 sampai 18 tahun. Dengan pengawasan orang tua yang ekstra ketat terhadap anak-anak mereka itu, diharapkan tidak ada lagi ditemukan remaja yang berhubungan seks di luar nikah. Perbuatan anak-anak remaja seperti ini, harus secepatnya dihentikan dan jangan terus dibiarkan meluas di tengah-tengah masyarakat. “Tindakan yang salah dan melanggar hukum itu, agar secepatnya dicegah, karena ini jelas menyangkut moral generasi muda harapan bangsa. Ini jelas sangat memalukan dan dianggap tidak bermoral. Perilaku jelek yang tidak mencerminkan budaya ketimuran itu harus dapat dihilangkan jauh-jauh. Selain pengawasan orang tua agar para remaja tidak terjerumus berhubungan seks di luar nikah, menonton film porno dan kegiatan yang merugikan lainnya. Bahkan, pendidikan agama dan keimanan yang cukup kuat juga dapat mencegah atau “membentengi” para remaja agar tidak melakukan perbuatan-perbuatan tidak terpuji atau dapat menyesatkan. Pengawasan orangtua dan pendidikan keimanan dapat menyelamatkan masa depan generasi muda agar tidak berperilaku amoral. Ditemukan bahwa 52% remaja pernah melakukan hubungan seks pra nikah. Data tersebut berdasarkan hasil penelitian survei DKT Indonesia, PKBI Rakyat Merdeka, Komnas PA dan analisa SKRRI 2002.


Opini
Mengenaskan sekali melihat wacana diatas yang secara langsung menjatuhkan martabat bangsa dengan munculnya kasus kasus seperti diatas. Seharusnya ini tidak menjadi hal yang besar apabila Para pemuda sadar diri dan memperkuat moralnya. Yang dibutuhkan disini adalah kesadaran para pemuda dan kemauan untuk berubah. Hampir sama halnya dengan Narkoba, mereka (para pemuda) yang tadinya hanya ingin coba-coba dan memenuhi rasa ingin tahu dan mereka dan akhirnya terjerumus dalam lembah hitam. Padahal seharusnya dengan wadah-wadah kegiatan pemuda yang telah disebutkan pada materi diatas. Mereka bisa menyalurkan waktu senggang mereka ke hal yang lebih positif. mereka hanya tidak tahu kemana mereka menyalurkan waktu senggang mereka. selain itu, dengan munculnya sex education, mereka juga bisa belajar dampak negatif, pengenalan sex lebih posiftif dan sehat tidak harus melakukan hubungan seperti itu. Mari membangu Generasi Muda yang bebas dari Nakoba dan Free Sex

Tidak ada komentar:

Posting Komentar