Kamis, 01 November 2012

First Gear.

Sebuah Cerita beserta sedikit Tips

Dengan sedikit kesabaran, penahanan ego, penantian akan sesuatu yang lebih indah merupakan sebuah hasil akhir dibanding dengan apa yang sekedar saya inginkan. Ini adalah sebuah cerita saya ketika pertama kali memiliki satu set Bass Guitar Electric beserta berbagai perlengkapannya. Pentingnya Gear ini? Ya, setidaknya ini adalah Peralatan yang harus dimiliki guna menunjang hobi saya.

Terlepas dari masa kanak - kanak, saat sd saya sudah lebih sering mendengar (lebih sering didengarkan lebih tepatnya) akan lagu - lagu yang mana lagu tersebut bukanlah lagu untuk seumuran saya. Led Zeppelin (Lagu Stairway To Heaven adalah lagu pertama yang dikenalkan kepada saya oleh lingkungan sekitar rumah), Jackson 5, The Beatles, Mr. Big,  Black Sabbath, Nirvana. Ada sedikit rasa jengkel ketika saya hanya bisa mendengarkan namun tidak bisa memainkan  setidaknya instrumen musiknya untuk hal terkecil saja dan termudah.

Dimulai dari bass, saya mencoba mencari bunyi yang sama dengan lagu lagu tersebut. Merasa tidak mendapat dukungan secara penuh karena tidak pernah dimasukan ke tempat les musik, saya belajar sendiri dan saya mulai merasa ketagihan dengan Bass guitar. Gitar akustik pertama yang diberikan Ayah saya pun tidak saya gunakan selayaknya sebuah gitar dengan ke enam senarnya. Memasuki masa SMP dan SMA, untuk mengatasi kecanggungan saya mengandalkan ketertarikan akan bermain dalam sebuah grup musik (band) untuk bersosialisasi dan menambah teman. Hasilnya sangat tidak mengecewakan. Saya mendapat banyak teman untuk bisa diajak bergaul sekaligus teman bermain musik. Suatu Kendala mulai saya rasakan ketika merasa harus bergantung pada alat studio dan panggung. ketidaknyamanan, ketidakpastian, dan tidak mungkin hanya mengandalkan gitar akustik yang mana jarak fret, jumlah fret dan ketebalan senarnya pun berbeda dengan Bass Gitar aslinya. Suatu peluang muncul ketika kelas terakhir di masa sekolah menengah atas (2009). Ketika teman - teman sudah banyak yang menggunakan smartphone saya bertahan masih menggunakan hp biasa dan saat ditawarkan orangtua untuk mengganti hp saya tersebut.

Saya pun lebih memilih membeli bass dibanding harus membeli smartphone, apabila pilihannya hanya BlackBerry. Seminggu menjelangnya saya pergi ke sebuah Toko Alat Musik 'MG' di bilangan kelapa gading Jakarta Utara. Melihat usaha dalam hal menunggu, berharap akan penantian ini serta usaha untuk mengumpulkan uang, orangtua pun menawarkan berbagai peralatan lain penunjang kebutuhan saya bermain bass. Tanpa bermaksud memanfaatkan, saya pun tidak menyianyiakan kesempatan ini yang mana juga untuk kebutuhan bass guitar itu sendiri nantinya dengan meminta juga untuk dibelikan Amplifier bass guitar dan sebuah peti (Hardcase) untuk nantinya digunakan sebagai tempat penyimpanan bass agar aman dari benturan serta sebuah strap berpengunci (Straps Lock) untuk menghindari lepasnya tali strap, begitu juga dengan Softcase dan Jack cablenya.

Berikut ini beberapa tips yang bisa saya bagikan dalam membeli bass:

  • Sesuaikan karakter music yang anda biasa mainkan (jazz, rock, heavy metal, psychedelic)
  • Periksa Bagian Neck (leher guitar), bengkok atau tidak. Apabila di test ke sebuah ampli maka coba di ketuk cukup dengan tangan bagaimana dan berapa tebal lapisan neck itu. Hal ini berpengaruh apabila anda nantinya sudah bosan dengan karakter suara dan ingin mengganti pickup maka lapisan neck harus ditambah kalau tidak Neck tidak akan kuat menampung suara dan bisa membuat neck bass melengkung. Neck bass guitar high end umumnya tidak banyak lapisannya, namun sesuai dengan pickupnya meskipun fender sekalipun karena sudah diseuaikan standar pabrik untuk pickup tersebut. tidak heran apabila bass high end lebih ringan. 
  • Periksa Tuning Peg pada Headstock bass, jangan dipilih ketika tunning peg tersebut keras sekali diputar atau sangat ringan diputar. 
  • Berat dari badan bass, untuk kenyamanan bermain / perform di stage. disarankan tidak memilih bass terlalu berat. 
  • Periksa sambungan Neck, tergantung dari selera dengan resiko masing - masing. Jika anda tertarik akan sambungan bolt on anda tidak perlu khawatir saat neck patah atau ingin mengganti neck. Pasalnya neck jenis bolt on disambungkan dengan sebuah baut yang masih bisa dibuka. Namun apabila Anda ingin dan berselera Neck Terusan seperti Gibson SG Bass / Thunderbird berhati - hati apabila Neck Patah / bengkok.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar